Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisata Kawah Ijen, Satu Satunya Biosfer UNESCO di Indonesia

Foto : Instagram/kawahijenindonesia

Jangan kalah dengan wisatawan dari penjuru dunia. Sebagai cagar biosfer oleh UNESCO di tahun 2016, wisata Kawah Ijen ini menjadi populer dan memikat hati peniliki destinasi. Panorama yang disuguhkan tidak main-main. Mari melipir dahulu ke Kawah Ijen di Banyuwangi.

1. Terbentuk Akibat Letusan Gunung

Foto : Instagram/desynrn

Kawah ini sebenarnya adalah sebuah danau yang terbentuk akibat letusan gunung dan berada di Kaldera yang terluas di pulau Jawa dengan diameter 6 km. Ukuran kawahnya sendiri adalah 960 meter x 600 meter. Untuk ketinggiannya sekitar 2.443 meter dari permukaan laut.

Sangat cocok untuk para pendaki karena waktu tempuhnya hanya sekitar 1.5 sampai 2 jam. Di sekitar lereng kawah juga terhampar pohon Manisrejo atau Cantiqi yang berdaun kemerahan. Belum lagi batuan dinding kawah yang kekuningan. Latar belakangnya siap tertangkap di kamera para wisatawan. 

2. Blue Fire

Foto : Instagram/Audymtn

Jangan sampai melewatkan fenomena yang satu ini. Ketika melipir ke Kawah Ijen, wisatawan pasti sudah tidak sabar untuk menangkap indahnya blue fire dengan pandangan mata. Wisatawan yang sudah sampai di puncak bisa turun ke bawah. Api biru ini nantinya akan muncul dari belerang yang terjadi pada saat hari mulai gelap. Fenomena seperti ini hanya ada di dua negara, yaitu Islandia dan tentunya Indonesia.

3. Menyapa Penambang Tradisional

Foto : Instagram//kawahijenindonesia

Untuk pemburu cendera mata dan oleh-oleh? Tidak perlu khawatir. Para penambang memanfaatkan kreativitas mereka untuk membuat belerang yang dicetak dalam bentuk unik seperti kepiting, kura-kura, sampai kelinci. Bahu mereka biasanya mampu menopang beban dengan berat lebih dari 60 kg!

4. Berburu Tiket

Foto : Instagram/arininailaa

Tidak akan membuat kantong kering. Untuk biaya restribusi pengelola kawasan desa hanya dikenakan biaya Rp3000. Karcis untuk wisatawan lokal hanya Rp5000 dan Rp7.500 di hari libur. Untuk wisatawan mancanegara merogoh kocek sekitar Rp100.000-150.000. Bisa mendirikan tenda dan membayar sewa penginapan perhutani jika ingin menjelajah lebih lama.

Harganya serupa dengan tiket untuk wisawatawan mancanegara. Untuk menuju Kawah Ijen juga bisa melewati dua jalur. Dari Banyuwangi dan Bondowoso. Pengendara mobil tidak perlu khawatir karena jalannya sudah beraspal hotmix.

Selain menikmati panorama yang ada, masyarakat juga menjadi lebih bangga dengan kekayaan alam Indonesia. Jangan takut untuk menjelajah. Langkah yang diambil akan terbayar dengan asrinya kawasan wisata Kawah Ijen. Ayo, sempatkan waktu untuk berkunjung!

Tertarik untuk berkunjung?
Rendi Denska
Rendi Denska Stimulate your passion!

Posting Komentar untuk "Wisata Kawah Ijen, Satu Satunya Biosfer UNESCO di Indonesia"