Bahan jas hujan ternyata bermacam-macam, dan tidak hanya dari plastik saja. Meskipun banyak memiliki karakteristik, namun secara fungsi semuanya sama, yaitu melindungi badan pengguna dari percikan air hujan.

Secara definisi, jas hujan adalah pakaian yang tahan terhadap air dan bisa membuat tubuh tetap kering pada saat menggunakannya di waktu hujan turun. Tentu saja, fungsi utama dari jas hujan adalah untuk meminimalisirkan masuknya dan mengenai bagian tubuh atau pakaian.

Bahan Jas Hujan Yang Ada di Pasaran

Sumber gambar; pexels.com/cottonbro

Pernah terpikirkan, mengapa warna-warna dari jas hujan terlihat terang mencolok? Jawabannya agar penggunanya mudah terlihat saat hujan lebat yang dapat menyebabkan jarak penglihatan berkurang.

Nah, berikut adalah beberapa jenis bahan dari jas hujan yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja tersedia juga dengan warna mencolok yang beragam.

1. Jas Hujan Bahan Plastik

Jenis bahan untuk jas hujan yang pertama yaitu terbuat dari plastik. Bahan ini mempunyai karakteristik bahan yang ringan dan juga praktik untuk digunakan dalam kondisi darurat ataupun terdesak. 

Namun yang menjadi kelemahan dari si plastik ini adalah, karena terbuat dari bahan tipis dan mudah sobek, jangka waktu penggunaannya tidak lama, bahkan untuk sekali pemakaiannya saja.

Apabila Anda memang tertarik membeli jas hujan dengan bahan plastik, pilihlah yang lebih awet dengan bahan plastik mika. Karakteristik dari bahan mika yaitu transparan dan lebih kuat serta tebal jika dibandingkan dengan plastik biasa.

Banyak orang-orang yang lebih memilih menggunakan jas hujan plastik karena harganya sangat ekonomis, mulai dari 10 ribu rupiah.

2. Jas Hujan Bahan PVC

Selanjutnya, ada jenis jas hujan yang terbuat dari bahan Polymer of Vinyl Chloride atau PVC. Jenis ini memang masih mempunyai kandungan plastik namun terbilang lebih kuat dan juga bahannya terkenal ringan untuk digunakan. Selain itu, PVC juga tidak tebal. 

Namun pada saat menggunakannya dan menyimpannya harus hati-hati karena bahan ini mudah sobek apabila tersangkut.

3. Jas Hujan Bahan Parasut

Yang ketiga, jenis jas hujan dari bahan parasut. Jenis ini mempunyai karakteristik yang lebih baik untuk menahan air apabila dibandingkan dengan PVC. Selain itu bahan jas hujan ini juga lebih halus dan ringan. Namun sayangnya, jas hujan ini cukup tebal dan membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar untuk Anda bawa bepergian.

4. Jas Hujan Bahan Nilon

Jas hujan yang terbuat dari bahan nilon mempunyai ciri khas menjadi bahan yang sejuk pada saat digunakan. Karena jas hujan bahan nilon dilengkapi dengan tambahan pelapis di dalamnya, jadi saat Ana pakai pun tidak menimbulkan hawa panas. 

Jika dilihat dari karakteristiknya, jas hujan ini cocok sekali digunakan di Indonesia yang beriklim tropis sehingga suhu panas cenderung lebih tinggi.

5. Jas Hujan Bahan Karet

Terakhir ada jas hujan dengan bahan karet. Namun biasanya bahan jas hujan ini terdiri dari 2 pilihan, yaitu berbahan full karet dan semi karet. 

Pada jas hujan full karet, bahannya cenderung lebih tebal dan juga berat sehingga membuat penggunanya akan merasa lebih panas dan gerah. Namun kelebihannya mempunyai daya pelindung tubuh dari air yang lebih baik.

Nah, jas hujan semi karet mempunyai karakteristik yang lebih lentur. Selain itu, bahan ini tidak terlalu tebal namun tetap cukup panas saat dipakai. Semi karet bisa digunakan untuk penggunaan jangka panjang namun dengan tingkat kelenturannya yang hilang dan mudah sobek.

Itulah beberapa bahan jas hujan yang umum Anda temui di pasaran. Memang, harganya sangat beragam. Mulai dari ekonomis sampai yang cukup merogoh kantong dengan kualitas yang lebih baik. Semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk membantu anda menemukan pilihan jas hujan terbaik sesuai kebutuhan anda. Terima kasih telah membaca.

Share.

Leave A Reply